Panel Mahasiswa dan Pembuat Film Muda

Panel Mahasiswa dan Pembuat Film Muda

Melihat lebih dekat pembuat film perempuan di awal karir mereka.

Navigasi Konten

Tugas Akhir Mahasiswa Film Perempuan: Pilihan Pengkajian dan Pemahaman terhadap Film (Catatan Retrospeksi Dosen)

Renta Vulkanita Hasan
Staf pengajar Departemen Televisi dan Film, peneliti, tinggal di Jember
Universitas Jember
voelca@gmail.com
Penelitian ini fokus pada mahasiswa film perempuan dan preferensi tugas akhir yang mereka pilih dalam menyelesaikan studi. Topik ini berhubungan dengan isu-isu kesetaraan gender dalam sekolah film. Penelitian ini memiliki luaran berupa identifikasi sekolah film (di mana saya mengajar) terkait posisi mahasiswa perempuan dalam pembelajaran film. Luaran ini diharapkan menjadi salah satu pertimbangan rekomendasi untuk (upaya) penyelesaian kesenjangan gender di level akademik/sekolah film. Pada kasus yang terjadi di Prodi Film dan TV Universitas Jember, terjadi kecenderungan mahasiswa film perempuan yang memilih tugas akhir berupa pengkajian. Selain itu, fakta menarik dari fenomena ini adalah pilihan perspektif mahasiswa perempuan yang cenderung fokus pada isu di dalam film, dan bukan pada film itu sendiri. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa peristiwa ini dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu: (1) peran dosen; dan (2) mediatisasi, keduanya ditemukan dalam kajian mendalam terhadap proses belajar dan proses resepsi mahasiswa dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya.

Kata kunci: Tugas akhir; gender; prodi film
Lanjut baca
Play Video

Perempuan dalam Relasi Akademis dan Industri Film

Lala Palupi Santyaputri
Staf pengajar Departemen Desain Komunikasi Visual, peneliti, tinggal di Jakarta
Universitas Pelita Harapan
lala.santyaputri@uph.edu
Pendidikan formal film banyak bermunculan dalam sepuluh tahun terakhir bersamaan dengan meningkatnya produksi perfilman Indonesia. Produksi perfilman yang dianggap dunia maskulin mulai diminati oleh perempuan. Jumlah mahasiswa perempuan pada sekolah film mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dunia produksi yang biasanya dominan laki-laki pun sekarang mulai diminati oleh perempuan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengidentifikasi dan menelisik beberapa hambatan yang dialami oleh obyek penelitian dengan menggunakan metode interview pada narasumber dan survey pada mahasiswa perempuan sebagai responden.
Pada kenyataannya untuk dapat bersaing dalam dunia produksi, perempuan banyak mendapatkan hambatan bukan hanya dari dunia produksi tetapi juga dari lingkungan internal seperti keluarga dan hambatan psikologis.
Penemuan ini bisa menjadi penelitian lanjutan yang menjadi salah satu kesadaran baru yang dilakukan oleh pendidik dalam pendidikan formal maupun sebagai kode etik dalam industri film.
Lanjut baca
Play Video

Generasi Baru Perempuan Pekerja Film di Indonesia

Citra Dewi Utami
Staf pengajar Departemen Televisi dan Film, pembuat film, peneliti, tinggal di Surakarta
Institut Seni Indonesia Surakarta
citradewiutami@gmail.com
Ada masalah pada rasio jumlah pekerja perempuan dan laki-laki, serta anggapan perbedaan kualitas kerjanya, sehingga tidak semua pekerjaan dipegang perempuan. Penelitian ini mencoba untuk melihat kesenjangan laki-laki dan perempuan dalam industri film melalui sudut pandang para pekerja perempuan sendiri. Riset ini melakukan wawancara mendalam kepada sepuluh narasumber dari empat daerah di Indonesia, memperdalam isu-isu latar belakang pendidikan, tingkat keterampilan, keahlian, spesialisasi, pilihan profesi, strategi memperoleh pekerjaan dan berbisnis, pengalaman kerja, dan penafsiran mereka mengenai kesenjangan jumlah pekerja laki-laki dan perempuan maupun anggapan inferioritas terhadap laki-laki, serta maraknya pelecehan seksual terjadi dalam produksi film. Terdapat dugaan bahwa penyebab kesenjangan yang terjadi bukan hanya berasal dari masalah yang bersifat natural namun juga terkait dengan masalah kultural. Relasi perempuan pekerja film dengan lingkungan sosialnya membutuhkan usaha yang lebih daripada laki-laki. Pekerja film perempuan membutuhkan kemampuan kepemimpinan dan peningkatan kapasitas bidang keahlian, forum diskusi, serta literasi penonton atas karya yang mereka hasilkan, untuk pada akhirnya memberikan nilai manfaat lebih terhadap film-film yang mengangkat isu tentang perempuan.
Lanjut baca
Play Video

Diskusi

Kolom diskusi hanya untuk peserta konferensi. Silahkan login atau daftar terlebih dahulu.
Login Peserta

1 Response

  1. Kami mengundang rekan-rekan sekalian untuk berdiskusi dalam panel ini. Diskusi dapat diajukan dalam bentuk pertanyaan maupun pernyataan, baik kepada para panelis, maupun kepada KAFEIN selaku peneliti dalam proyek Pengumpulan Data Jender Terpilah. Silakan tulis nama pembicara tertentu dalam panel ini untuk menanggapi. Kami juga berharap, para rekan untuk dapat memberikan rekomendasi terkait arah riset dan kebijakan dalam tema ini.

    We invite colleagues to discuss in this panel. We welcome any questions and comments, both to panelists and to KAFEIN as a researcher in Gender-Disaggregated Data of the Indonesian Film Industry. Please write the name of a particular speaker in this panel to respond if needed. We also expect for policy recommendation and action plan related to this research.

Tinggalkan Balasan

Panel Lainnya
Panel Adaptasi
Eksplorasi representasi perempuan dalam proses perubahan bentuk film dari medium lain
Panel Sejarah
Menggali peran perempuan dalam sejarah perfilman Indonesia dan menggali sejarah film perempuan di Indonesia