Panel Adaptasi

Eksplorasi representasi perempuan dalam proses perubahan bentuk film dari medium lain

Navigasi Konten

Suara Perempuan Dalam Novel dan Film Indonesia Sin Melalui Perspektif Perempuan: Sebuah Kajian Adaptasi

Roma Kyo Kae Saniro
Peneliti dan mahasiswa magister Program Studi Ilmu Susastra Universitas Indonesia
Universitas Indonesia
roma.kyo@.ui.ac.id
Penelitian ini menemukan bahwa reduksi suara perempuan bukan hanya terjadi karena adanya faktor patriarki pembuat film, tapi juga karena adanya kebutuhan komersial, dalam bentuk membuat film lebih mudah diterima penonton sebanyak2nya dengan cara mengurangi konten-konten yang bisa menimbulkan kontroversi. Studi ini berangkat dari usaha mengungkapkan suara perempuan pada novel Wattpad Sin dan adaptasi filmnya dengan perspektif penulis novel (Faradita) dan penulis skenario perempuan (Johanna Wattimena). Kim (2018, hlm. 23) mengungkapkan bahwa kepenulisan perempuan disebut sebagai ‘diari perempuan’ karena mengisahkan dunia perempuan melalui suara perempuan. Namun, versi film adaptasi karya ini menggunakan perspektif penulis naskah perempuan (Johanna Wattimena) dan sutradara laki-laki (Herwin Novianto). Kepenulisan perspektif perempuan dan laki-laki menghasilkan hasil karya berbeda, oleh karena itu perempuan harus menulis dunianya sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komperatif untuk membandingkan transformasi yang terjadi pada dua karya. Teknik analisis data menggunakan teknik intertekstual yang berusaha menemukan aspek-aspek tertentu pada karya sebelumnya dan setelah (hasil adaptasi). Langkah-langkah penelitian adalah 1) mengumpulkan data, 2) analisis fakta cerita untuk komperasi, 3) analisis suara perempuan dalam novel dan film Sin yang ditulis oleh penulis novel dan penulis skenario perempuan, dan 4) membuat kesimpulan.
Lanjut baca
Play Video

Transposisi Kreatif Narasi Kultural Drupadi Dalam Representasi Perempuan Sebagai Simbol Identitas Kultural pada Film Setan Jawa (2016) Karya Garin Nugroho

Agustina Kusuma Dewi
Mahasiswa Doktoral ITB, Pengamat dan Pengurus Forum Film Bandung, Penyelenggara Festival Film Bandung
Institut Teknologi Bandung
agustinakusumadewi.3881@gmail.com
Film Setan Jawa karya Garin Nugroho (2016), film tanpa suara dan dengan orkestra sinematik, serta kolaborasi beragam pakem lintas disiplin ilmu kesenian, banyak mengadaptasi narasi kultural dalam konteks Kejawaan. Film ini mengambil narasi Pesugihan Kandang Bubrah, di dalamnya juga mengangkat narasi kultural wayang Jawa, salah satunya adalah cerita Drupadi. Drupadi seringkali menjadi simbol kesetiaan dan kepatuhan perempuan terhadap hukum semesta yang ditandai dengan kepatuhannya pada suami dan Ibu, meski kepatuhan itu sesungguhnya bertolak belakang dengan konsep Diri (I)-nya; seperti yang diungkap pada Narasi Drupadi versi Mahabarata (India) yang terkesan heroik. Menggunakan Analisis Tekstual, penelitian pada Film ‘Setan Jawa’ karya Garin Nugroho mengkaji adaptasi narasi kultural Drupadi yang ditransposisikan secara kreatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kode personal sutradara (idiolek) yang memosisikan perempuan memiliki tawaran representasi lain yang berbeda dengan narasi kultural yang terkonvensi, meski pada batasan nilai kultural tertentu, dari sudut pandang konvensi sosial (sosiolek), tetap menyisakan pertanyaan mengenai persoalan kepatutan representasi perempuan yang ditansposisikan secara kreatif pada film yang seolah ditunjukkan memiliki kuasa dalam menjalani takdirnya tidak sebagai sub-ordinat.
Kata kunci : idiolek, transposisi kreatif, film setan jawa, representasi perempuan
Lanjut baca
Play Video

Transposisi Kreatif Narasi Kultural Drupadi Dalam Representasi Perempuan Sebagai Simbol Identitas Kultural pada Film Setan Jawa (2016) Karya Garin Nugroho

Mahasiswa Program Studi Doktor ITB, Tim Regu Pengamat dan Pengurus Forum Film Bandung, Penyelenggara Festival Film Bandung
Film seni merupakan film yang sarat dengan simbol, sebab dikatakan sebagai film personal sutradara (auteur). Film Setan Jawa karya Garin Nugroho (2016) dengan konsep pendekatan film bisu dan sinematik-orkestra serta kolaborasi beragam pakem lintas disiplin ilmu kesenian, banyak mengadaptasi narasi kultural dalam konteks Kejawaan. Film ini mengambil narasi Pesugihan Kandang Bubrah, di dalamnya juga mengangkat narasi kultural wayang Jawa, salah satunya adalah Drupadi. Drupadi seringkali menjadi simbol kesetiaan dan kepatuhan perempuan terhadap hukum semesta yang ditandai dengan kepatuhannya pada suami dan Ibu, meski kepatuhan itu sesungguhnya bertolak belakang dengan konsep Diri (I)-nya; seperti yang diungkap pada Narasi Drupadi versi Mahabarata (India) yang terkesan heroik. Menggunakan Analisis Tekstual, penelitian pada Film ‘Setan Jawa’ karya Garin Nugroho mengkaji adaptasi narasi kultural Drupadi yang ditransposisikan secara kreatif pada Film Setan Jawa. Hasil penelitian menunjukkan adanya kode personal sutradara (idiolek) yang memosisikan perempuan memiliki tawaran representasi lain yang berbeda dengan narasi kultural yang terkonvensi, meski pada batasan nilai kultural tertentu, dari sudut pandang konvensi sosial (sosiolek), tetap menyisakan pertanyaan mengenai persoalan kepatutan representasi perempuan yang ditansposisikan secara kreatif pada film yang seolah ditunjukkan memiliki kuasa dalam menjalani takdirnya tidak sebagai sub-ordinat.
Kata kunci : idiolek, transposisi kreatif, film setan jawa, representasi perempuan, film seni
Lanjut baca

Diskusi

Kolom diskusi hanya untuk peserta konferensi. Silahkan login atau daftar terlebih dahulu.
Login Peserta

1 Response

  1. Kami mengundang rekan-rekan sekalian untuk berdiskusi dalam panel ini. Diskusi dapat diajukan dalam bentuk pertanyaan maupun pernyataan, baik kepada para panelis, maupun kepada KAFEIN selaku peneliti dalam proyek Pengumpulan Data Jender Terpilah. Kami juga berharap, para rekan untuk dapat memberikan rekomendasi terkait arah riset dan kebijakan dalam tema ini.

    We invite colleagues to discuss in this panel. We welcome any questions and comments, both to panelists and to KAFEIN as a researcher in Gender-Disaggregated Data of the Indonesian Film Industry.We also expect for policy recommendation and action plan related to this research.

Tinggalkan Balasan

Panel Lainnya