Panel Karir

Panel Karir

Menggali jalur dan tantangan karir pembuat film perempuan.

Navigasi Konten

Perempuan Dalam Departemen Kamera: Upaya Merekam Jenjang Karir

1.) Amalia Trisnasari, S.Sn; 2.) Agasta Ariani, S.Sn; 3.) Julita Pratiwi, S.Sn
1.) Sinematografer, tinggal di Jakarta; 2.) Sinematografer, tinggal di Jakarta; 3.) Peneliti dan pengkaji film, tinggal di Jakarta.
Institut Kesenian Jakarta
1.) amalia.ts.dp@gmail.com; 2.) agastaariani09@gmail.com; 3.) pratiwij@gmail.com
Departemen Kamera dalam sebuah produksi film cukup identik dengan dominasi laki-laki sejak awal kehadirannya. Departemen yang lekat dengan equipment kamera maupun lighting yang serba tidak ringan dan besar – memberi kesan bahwa departemen ini ‘tidak-ramah- perempuan.’ Namun, terdapat perempuan yang memutuskan untuk berkarir dan perlahan mempertanyakan ulang label tersebut. Esai ini hendak merekam jejak karir perempuan yang berkarir di Departemen Kamera semenjak tahun 1990-an dalam industri film di Indonesia. Selain itu, seberapa besar jenjang karir mereka turut dipengaruhi oleh isu-isu yang mengitarinya – seperti isu rumah tangga, diskriminasi gender, kekerasan seksual hingga K3.

Kata kunci: Pekerja film perempuan, departemen kamera, sinematografi, industri film
Lanjut baca
Play Video

‘Mengimbangi Tatapan Laki-laki’ hingga ‘Ibu dalam Pembuatan Film’: Sebuah Retrospeksi Aktor Perempuan

Sekar Sari
Aktor perempuan, peneliti, tinggal di Yogyakarta.
University of Roehampton
sekarsasha@gmail.com
Perempuan dalam layar film Indonesia telah hadir dalam rupa dan karakter yang cukup beragam. Sejumlah judul film pun menegaskan bahwasanya perempuan telah menjadi sumber inspirasi cerita, mulai dari Tiga Dara (1957) hingga Athirah (2016) misalnya. Namun, kebanyakan sejumlah film dengan tokoh sentral perempuan ini digarap oleh sutradara laki-laki. Untuk itu, menarik untuk menanyakan: bagaimana proses di balik layar produksi film yang melibatkan perempuan sebagai karakter utama, namun diolah oleh sutradara laki-laki? Bagaimana peran pemeran perempuan dalam produksi tersebut? Apakah produksi film Indonesia selalu berpihak pada sudut pandang laki-laki ‘the male gaze’ dan bagaimana upaya aktor perempuan untuk mengimbangi sudut pandang yang patriarkis tersebut? Apakah aktor perempuan memiliki ruang dalam proses kreatif atau jangkauannya terbatas layaknya sebuah wayang yang mengikuti alur gerak sang dalang?

Tulisan ini adalah sebuah catatan reflektif Sekar Sari sebagai seorang aktor yang telah terlibat sejumlah produksi baik dengan sutradara laki-laki maupun perempuan, baik dengan tim kerja Indonesia maupun tim produksi bersama lintas negara. Pengalaman tersebut membantunya dalam mendapatkan sudut pandang yang beragam dan menyadarkan bahwa ada sejumlah opsi yang dapat diaplikasikan untuk mendukung inklusivitas gender. Dari pendekatan seorang aktor yang masuk dalam layar, diskusi mengenai perempuan dalam film Indonesia pun sangat perlu memperhatikan bagaimana lingkungan dan proses kerja di balik layar yang memiliki banyak stigma dan perlu untuk diperhatikan bersama supaya tak selalu berputar pada pola yang sama.
Lanjut baca
Play Video

Trajektori Karir Gina S. Noer

Nella Putri Giriani
Peneliti, mahasiswa pasca sarjana Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, tinggal di Jakarta.
Universitas Indonesia
nellaputri1@gmail.com
Studi ini menganalisis lintasan karir pembuat film perempuan Gina S Noer, dengan teori produksi budaya oleh Pierre Bourdieu. Makalah ini berupaya memahami perjuangan Noer di kancah industri perfilman Indonesia. Studi ini berusaha untuk melihat realitas sosial seorang pekerja film perempuan ketika memproduksi karya mereka. Data penelitian diperoleh dari dokumentasi media massa, katalog film, wawancara, dan studi literatur. Peneliti juga memeriksa karya Noer untuk memahami ideologinya tentang gender, dan strateginya untuk mendapatkan otoritas dari berbagai kelompok di masyarakat Indonesia. Makalah ini menemukan bahwa Noer mampu mencapai legitimasi dan otoritas melalui prestasi dan praktiknya di industri film.

Kata kunci: Gina S Noer, arena, trajektori, strategi, pembuatan film
Lanjut baca
Play Video

Diskusi

Kolom diskusi hanya untuk peserta konferensi. Silahkan login atau daftar terlebih dahulu.
Login Peserta

1 Response

  1. Kami mengundang rekan-rekan sekalian untuk berdiskusi dalam panel ini. Diskusi dapat diajukan dalam bentuk pertanyaan maupun pernyataan, baik kepada para panelis, maupun kepada KAFEIN selaku peneliti dalam proyek Pengumpulan Data Jender Terpilah. Silakan tulis nama pembicara tertentu dalam panel ini untuk menanggapi. Kami juga berharap, para rekan untuk dapat memberikan rekomendasi terkait arah riset dan kebijakan dalam tema ini.

    We invite colleagues to discuss in this panel. We welcome any questions and comments, both to panelists and to KAFEIN as a researcher in Gender-Disaggregated Data of the Indonesian Film Industry. Please write the name of a particular speaker in this panel to respond if needed.We also expect for policy recommendation and action plan related to this research.

Tinggalkan Balasan

Panel Lainnya
Panel Adaptasi
Eksplorasi representasi perempuan dalam proses perubahan bentuk film dari medium lain