Panel Dokumenter dan Web Series

Menggali peran pembuat film dokumenter dan web series perempuan Indonesia

Navigasi Konten

Analisis Perempuan dan Film Dokumenter di Indonesia

Novasari Widyaningsih
Peneliti dan pengajar film, beraktivitas di antara kota Klaten dan Surakarta
Institut Seni Indonesia Surakarta
novasariwidyaningsih@gmail.com
Persentase perempuan yang bekerja di Indonesia sebagai sutradara film dokumenter mencapai rekor tertinggi dalam sejarah tahun 2017-2019. Perempuan yang bekerja dalam peran tersebut, dalam daftar Festival Film Indonesia mengalami peningkatan luar biasa dari rata-rata 1 sutradara pada 2007-2016 menjadi 5 sutradara pada 2017-2019. Terlepas dari pencapaian ini, penting untuk dicatat bahwa di lapangan, produksi film dokumenter mempekerjakan dua kali lipat lebih banyak laki-laki daripada perempuan (64,86% vs 23,5%) dalam peran sebagai sutradara. Paper ini membahas bagaimana perkembangan keterlibatan perempuan pada industri film dokumenter di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang menghambat perkembangan mereka di industri tersebut. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi terhadap subjek, wawancara dan dilengkapi dengan studi pustaka.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesenjangan tersebut didasari oleh berbagai faktor yakni stereotype nilai patriarkis yang masih dominan; keterbatasan networking yang mempengaruhi akses dan kesempatan kerja; kendala untuk mendapatkan pendanaan hingga faktor ekonomi; ruang kerja dan waktu kerja yang tidak terbatas; komitmen perempuan terhadap keluarga dan pekerjaan; faktor keamanan kerja; film release dan publisitas yang rendah; serta kurangnya minat pada bagian produksi film; sehingga membuat perempuan Indonesia enggan atau lebih sulit masuk ke dalam industri film dokumenter.

Kata Kunci: Perempuan dan Film, Film Dokumenter, Dokumenter Indonesia
Lanjut baca
Play Video

Perempuan dan Pembuatan Film Dokumenter di Indonesia

Eric Sasono
Pengkaji film dan kritikus, tinggal di London
King's College London
ericsasono@gmail.com
Makalah ini bermaksud untuk melihat perempuan dalam pembuatan film dokumenter di Indonesia. Cakupan makalah ini adalah pada pembuatan film pasca 1998, di mana situasi pembuatan film sudah mengalami perubahan seiring pelonggaran dalam ketentuan pembuatan film di Indonesia yang datang bersama dengan perubahan politik 1998.
Data dalam makalah ini saya dapatkan dari penelitian seiring dengan pengerjaan thesis doktoral di jurusan Kajian Film, King’s College London. Dalam penelitian itu, saya meneliti tentang budaya film dokumenter di Indonesia pasca 1998. Penelitian doktoral itu berpusat pada tiga lembaga nirlaba yang bergerak di bidang film dokumenter di Indonesia, yaitu Indonesian Documentary Film Centre (In-docs), Festival Film Dokumenter Yogyakarta (FFD) dan Watchdoc Documentary Makers. Metode yang saya gunakan adalah observasi terhadap sebagian kegiatan organisasi-organisasi itu dalam waktu tertentu, dan wawancara terhadap beberapa pengurus organisasi dan pembuat film.
Lanjut baca
Play Video

Srikandi Dalam Film Dokumenter, Studi Kasus : Rekam Pandemi Asosiasi Dokumenteris Nusantara

Dara Bunga Rembulan
Akademisi, pembuat film dokumenter, aktivis film, tinggal di Bandung
Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
darabungarembulan@gmail.com
Di tahun 2020, Asosiasi Dokumenteris Nusantara menjalankan Program Rekam Pandemi yakni sebuah gerakan 300 dokumenteris yang mendokumentasikan perubahan signifikan sosial dan budaya masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi. Tonny Trimarsanto ketua Asosiasi mengatakan bahwa Rekam Pandemi ini setidaknya mewakili cara tutur audio visual yang sangat kaya akan budaya Indonesia. Menariknya, karya-karya sineas perempuan yang ikut andil dalam program Rekam Pandemi ini menunjukkan kedekatan atas tema, wilayah serta berpotensi dalam menghasilkan prestasi. Jumlah sineas perempuan yang mengikuti program Rekam Pandemi masih sangat terbatas, namun hal ini tidak menyurutkan keinginan mereka untuk berkarya. Terseleksinya para sineas perempuan dalam program acara Omnibus Rekam Pandemi TVRI menjadi salah satu bukti prestasi serta adanya potensi dari para sineas perempuan. Potensi tersebut diantaranya “multitasking”, memiliki sudut pandang, rasa dan insting yang lebih feminis, serta adanya kedekatan dengan tema yang diangkat.
Lanjut baca
Play Video

Webisode bagi Sutradara Perempuan Indonesia: Sebuah Studi Kasus

Ratna Erika M. Suwarno
Dosen, pembuat film, tinggal di Bandung
Universitas Padjadjaran
ratna.erika@unpad.ac.id
Salah satu format karya film yang baru dan popular untuk sutradara Indonesia dalam dekade terakhir adalah webseries, atau webisode. Dengan mengambil fokus pada dua webisode yang disutradari Sammaria Simanjuntak, seorang sutradara perempuan Indonesia, dalam makalah ini saya bermaksud mendiskusikan signifikansi webisode dan platform digital tidak berbayar untuk sutradara perempuan Indonesia. Makalah ini juga akan membahas beberapa contoh karya webisode Sammaria. Saya juga di akhir nanti mencoba memberikan sebuah simpulan kecil tentang keberadaaan dan visibilitas sutradara perempuan di platform digital YouTube dalam kaitannya dengan laju karir mereka dalam industri film Indonesia. YouTube sebagai ruang bagi video digital telah berkembang dari awalnya sebuah platform akar rumput untuk film independen, berbiaya rendah, dan bertema khusus, menjadi salah satu kanal utama distribusi dan ruang eksperimentasi bagi film-film pendek. Dengan meningkatnya akses internet bagi pengguna jasa komunikasi di Indonesia, YouTube masih menjadi platform populer saat ini.
Lanjut baca
Play Video

Diskusi

Kolom diskusi hanya untuk peserta konferensi. Silahkan login atau daftar terlebih dahulu.
Login Peserta

3 Responses

  1. Kami mengundang rekan-rekan sekalian untuk berdiskusi dalam panel ini. Diskusi dapat diajukan dalam bentuk pertanyaan maupun pernyataan, baik kepada para panelis, maupun kepada KAFEIN selaku peneliti dalam proyek Pengumpulan Data Jender Terpilah. Kami juga berharap, para rekan untuk dapat memberikan rekomendasi terkait arah riset dan kebijakan dalam tema ini.

    We invite colleagues to discuss in this panel. We welcome any questions and comments, both to panelists and to KAFEIN as a researcher in Gender-Disaggregated Data of the Indonesian Film Industry. We also expect for policy recommendation and action plan related to this research.

  2. Apa alasannya memilih jenis film dokumenter yg dibahas? Krn jenis film itu banyak. Dan kenapa wanita lbh bs dijadikan role model ktk mnjadi sineas d film dokumenter? Kan kl menjadi sineas di film lain jg sbuah prestasi.. Istimewanya apa ya?
    Terima kasiih..

    1. Yth.Fatma Zaini
      Terima kasih atas pertanyaanya. Alasan saya memilih jenis film dokumenter yakni karena film dokumenter masih belum menjadi genre film yang diminati di Indonesia, dan penelitian mengenai topik ini belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan jender wanita dalam produksi film dokumenter di Indonesia. Meskipun di Indonesia film dokumenter telah mulai menunjukkan eksistensinya, terlihat ada masalah yang mendasar yakni masih dominannya sineas laki-laki pada produksi film dokumenter hingga saat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa produksi film dokumenter masih belum inklusif jender dimana produksi film masih dianggap sebagai pekerjaan maskulin. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi perempuan untuk terlibat dalam pekerjaan ini.
      Maslah inklusifitas jender pada produksi film di Indonesia harus ditangani dengan baik diawali dengan penelitian yang kredibel sehingga rujukan kebijakan yang diajukan peneitian ini diharapkan dapat menjadi solusi dari masalah yang ada. Dengan dipecahkannya masalah mendasar tersebut, tentunya akan berdampak positif terhadap beberapa aspek mulai dari ekonomi, sosial, politik hingga budaya.
      Pada akhirnya, dengan adanya penelitian ini harapannya kedepan ekosistem film dokumenter dapat lebih berkembang dan memenuhi asas kesetaraan jender, sehingga para perempuan juga dapat memperkuat dan memperkaya bentuk keragaman dan prespektif karya film di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Panel Lainnya
Panel Karir
Menggali jalur dan tantangan karir pembuat film perempuan.
Panel Sejarah
Menggali peran perempuan dalam sejarah perfilman Indonesia dan menggali sejarah film perempuan di Indonesia
Panel Adaptasi
Eksplorasi representasi perempuan dalam proses perubahan bentuk film dari medium lain